Minggu, 18 November 2012

G-Dragon Tiba di Bali dan Disambut Fans di Bandara


Foto: @VIP_Bali
Jakarta - Sejak semalam rumor tentang leader Bigbang G-Dragon (GD) yang akan mengunjungi Bali ramai di Twitter. Dini hari tadi sekitar pukul 3, sang leader akhirnya benar-benar tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Dari akun fanbase @VIP_Bali, GD tiba disambut fans di bandara. Mereka pun sempat mengambil beberapa foto GD yang tampak lelah.

GD keluar lewat gate biasa seperti penumpang lain. Ia hanya berdua ditemani sang manajer tanpa pengawalan apapun. Setelah keluar, ia langsung masuk ke mobil menuju hotel.

GD terbang semalam dari Bandara Incheon, Korea langsung menuju Bali. Semalam, berita tersebut belum dapat dipastikan karena tak ada konfirmasi apapun.

GD kabarnya akan menjalani pemotretan di Pulau Dewata itu. Belum diketahui berapa hari akan ia habiskan di sana. Enjoy Bali, GD!


Sabtu, 17 November 2012

Cerita Ringan Tentang Gitar


fender stratocaster
fender stratocaster
Kalau kita omong-omong tentang gitar, biasanya kita lalu membicarakan merek dari gitar yang digandrungi banyak orang. Cukup bangga juga dengan perkembangan akhir-akhir ini mengenai beberapa gitar buatan Indonesia yang sudah mulai cukup terkenal di luar negeri sebagai gitar yang kualitasnya cukup baik. Baik disini berarti sudah bisa bersaing dengan merek-merek terkenal di dunia
.
Salah satu merek gitar yang sangat dikenal diseluruh dunia adalah “Fender”. Nama Fender diambil dari nama pembuatnya, Clarence Leonidas Fender, seorang Yunani Amerika yang hidup antara tahun 1909 sampai tahun 1991. Clarence Leonidas Fender, biasa dikenal sebagai Leo Fender, dilahirkan pada tanggal 10 Agustus 1909, dan meninggalkan dunia yang fana ini pada tanggal 21 Maret 1991. Dia meninggal, setelah beberapa lama menderita komplikasi dari “Parkinson’s Disease”.
Leo Fender memulai pembuatan gitarnya pada tahun 1946, dari hanya sebuah gudang kecil yang tadinya berupa bengkel reparasi radio disalah satu sudut terpencil di California, sampai sekarang menjadi konglomerat raksasa kelas dunia penghasil gitar berkualitas tinggi dengan nama “Fender Musical Instruments Corporation” atau FMIC. Fender telah menjadi “brand” terkenal sebagai penghasil electric instruments, seperti Gitar, Bass Gitar dan juga amplifiers.
Fender menjadi terkenal, setelah berhasil mendisain gitar yang gampang dipegang, mudah di “tune” dan juga yang paling penting enak dimainkannya. Keunggulan itu paralel dengan kemampuannya membuat suara dari gitar yang dapat menetralisir suara “feed back” yang dihasilkan senar gitar melalui amplifier yang juga didisain secara khusus.
Leo Fender, pertama kali muncul dipasaran dengan gitar fender tele atau “telecaster” yang diluncurkannya pada tahun 1949, merupakan produk pabrik Fender di Fullerton, California.
Setelah memperoleh banyak masukan, berupa saran dan kritik dari banyak pemain gitar fender tele ini, Leo Fender bekerja keras dengan beberapa pekerjanya untuk menyempurnakan gitar fender. Terakhir, setelah menerima banyak juga masukan dari pemain gitar yang piawai saat itu, Bill Carson, maka Fender mengeluarkan produk barunya yang berupa penyempurnaan dari model sebelumnya (fender tele) menjadi sebuah gitar yang kemudian terkenal dengan nama Fender Strat atau “stratocaster” . Fender Stratocaster ini diluncurkan pada tahun 1954. Leo dengan sangat cerdas, mempertahankan model “telecaster” yang sudah kadung mempunyai penggemarnya tersendiri, dan kemudian juga memasarkan varian barunya “Fender Stratocaster”, sebuah gitar yang merupakan produk dari “redesigning” telecaster.
Strategi menangkap pasar dari para penggemar gitar, dimulai dengan dua jenis gitar fender ini. Sebelumnya, dia juga sudah membuat dan memperkenalkan produk lainnya yaitu Bass Guitar Fender. Cukup banyak musisi yang menyenangi dan bahkan fanatik dengan Bass Guitar Fender ini, sampai dengan Leo memperkenalkan inovasi barunya dengan bentuk Bas gitar Jazz, yang langsung merebut pasaran sebagai “best selling bass guitar” pada tahun 1960.
Kunci keberhasilan Leo Fender adalah terletak pada inovasi dan kreativitasnya yang “kagak ada matinye !” Dia dikenal sebagai produsen dari “new and innovative instruments”, yang selalu meng “create and amplify music” serta pula mem “shape the way we hear music”. Pendek kata Leo menerapkan kiat yang selalu “never stop create the new !”
Produk berikutnya yang juga kemudian mendapatkan penggemarnya tersendiri adalah yang dinamakan “Fender Jaguar”, yang sesuai namanya tampilan gitar ini lebih galak dengan lebih banyak tombol pengatur suara yang menjadi ciri khas nya. Jaguar, dapat dikatakan hanya punya sedikit penggemar dibandingkan dengan kedua model sebelumnya yaitu tele dan strat. Yang paling banyak beredar di seluruh dunia, penggemar terbanyak adalah dari jenis Stratocaster. Uniknya adalah, Leo Fender telah dapat mengkotak-kotakan para pemain gitar di jagad ini menjadi pemain gitar yang senang dengan “telecaster”, “stratocaster” dan “jaguar” yang kesemuanya merupakan keluarga besar “fender”.
Fender telah menggulingkan popularitas pembuat gitar pendahulunya “Orville Gibson”, kelahiran 1856 di Chateaugay, New York yang memulai dengan memproduksi Mandolin di Kalamazoo, Michigan. Gitar Gibson telah beredar dipasaran gitar Amerika sejak tahun 1902 yang lebih populer dengan produk “gitar akustik” nya. Akan tetapi sampai dengan saat ini, penggemar fanatik kedua merek terkenal itu relatif tetap tersebar merata di dunia. Tidak atau kurang diketahui siapa diantara keduanya yang lebih unggul, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan pada produk yang dihasilkannya.
Khusus untuk Leo Fender yang nama lengkapnya Clarence Leonidas Fender, pada tanggal 7 Februari 2009 yang lalu, baru saja menerima “Technical Grammy Award” sebagai Orang dan atau Perusahaan yang berkontribusi teknis istimewa pada bidang rekaman musik. Penghargaan itu, diterima langsung oleh ahli waris Leo Fender yaitu isterinya bernama Phylis Fender dalam suatu upacara bergengsi di Los Angeles, USA.
Itulah, cerita ringan tentang fender, sebuah kisah sukses dari seorang yang memiliki semangat tinggi, kreativitas yang tiada henti serta kecintaan yang luar biasa terhadap dunia musik. Dunia yang banyak disenangi orang, namun disini, para musisi nya masih kurang dihargai sesuai dengan kreativitas yang dimilikinya. Kaset, CD dan VCD serta DVD bajakan masih saja menghadang bagi peluang untuk munculnya maestro musik di Indonesia.
                                                 
                                                 Sumber dari (Klik Disini)

Sedikit Tentang Gitar

Macam2 Pick Gitar:
images8.jpg      9.jpg      
Macam2 Gitar:
 cazujq38.jpg       ca674lqx.jpg       images1.jpg          images13.jpg          images3.jpg      
Gitar  merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan jari-jemari tangan atau sebuah plektrum (alat petik gitar). Bunyinya dihasilkan dari senar-senar yang bergetar.
Gitar bisa berupa gitar akustik atau listrik, atau gabungan keduanya.

Pick up atau sering disebut spul gitar, adalah sebuah transduser elektronika yang mengubah getaran dawai gitar menjadi sinyal listrik. Prinsip dasarnya adalah induksi elektromagnet, yang mana getaran senar
“mengganggu” garis-garis gaya elektromagnetik. Perubahan ini menghasilkan Gerak Gaya Listrik yang berupa sinyal sinusoidal listrik. Bentuknya disesuaikan dengan gitar yang menggunakannya atau dari produsen pembuatnya, namun umumnya pick up berbentuk persegi panjang, atau model tertentu.

Mengenal “Pick up”
Alat Penting pada Gitar
Pick up HSS: Kombinasi Humbucker — Single — Single
Bagi seorang gitaris yang lebih sering menggunakan gitar elektris tentu paham dengan spesifikasi yang ada pada alat musik tersebut. Berbeda dari gitar akustik, komponen gitar elektris memang lebih ruwet. Sebab banyak unsur yang menentukan kualitas suara yang dihasilkan pada alat musik tersebut.
Selain badan gitar dan dawai, alat yang paling penting pada gitar elektrik adalah pick up. Apa itu pick up? Sesuai dengan namanya, pick up gitar bertugas “mengambil” suara atau getaran dawai. Pick up adalah sebuah transducer yang akan mengubah getar dawai menjadi energi listrik, lalu diteruskan melalui kabel dan masuk ke dalam amplifier. Pick up ini terletak menempel pada di tengah badan gitar dan jaraknya berdekatan dengan dawai sehingga mampu merekam atau mengambil suara getaran dawai.
Secara fisik, pick up terdiri dari 2 jenis yaitu single coil yang terdiri dari satu pick up dan humbucker yang merupakan gabungan dua pick up. Dari letaknya, pick up bisa dibedakan menjadi pick up neck dan pick up bridge. Sesuai namanya, pick up neck letaknya berdekatan dengan leher (neck) gitar. Sedangkan pick up bridge letaknya berdekatan dengan bridge/tremolo gitar. Kedua pick up ini mempunyai frekuensi yang berbeda. Biasanya pick up bridge mempunyai output yang lebih besar karena getaran dawai akan semakin berkurang ketika mendekati bridge.
Selain itu ada dua jenis pick up yang berbeda, yaitu pick up aktif dan pasif. Pick up aktif adalah pick up yang sudah dilengkapi pre-amp di dalamnya. Pre-amp ini digunakan untuk mendapatkan gain lebih tinggi, membentuk tone, dan mengurangi impedansi output. Kelebihan pick up ini ada pada respons treble yang lebih baik dengan noise yang lebih rendah. Untuk mengaktifkannya diperlukan sebuah baterai.
Sedangkan pick up pasif tidak dilengkapi dengan sirkuit elektronik apa pun di dalamnya dan tidak membutuhkan baterai untuk mengaktifkannya. Umumnya pick up yang ada saat Anda membeli gitar elektris atau akustik adalah pick up jenis ini.
Kadang banyak juga gitaris yang masih belum puas dengan pick up yang ada di gitarnya. Alasannya beragam, seperti kurang puas dengan karakter suara yang dihasilkan oleh pick up yang ada pada gitarnya, atau ingin meniru spesifikasi milik gitaris idolanya, atau malah fanatik dengan merek pick up tertentu. Menurut Ade Bagus, gitaris kelompok Clorophyl yang beberapa waktu lalu tampil di ajang International Java Jazz Festival 2005, biasanya gitaris mengganti pick upnya karena kepuasan pribadi. “Sesuai karakter suara yang dibutuhkan,” katanya. Awalnya ia sendiri mengubah spesifikasi pick up karena tertarik dengan karakter suara gitaris idolanya, Paul Gilbert dan Steve Vai.
Setiap produsen gitar umumnya memang memproduksi sendiri pick up-nya. Namun ada beberapa produsen yang merupakan spesialis pick up seperti DiMarzio, Seymour Duncan, dan EMG. Sampai saat ini produsen-produsen tersebut terus mengembangkan kualitas pick up buatannya. Ini peluang para gitaris untuk memperbaiki karakter atau kualitas suara sesuai yang diinginkannya dengan mengganti pick up sesuai kebutuhan.
Spesifikasi
Pada dasarnya pick up terdiri dari dua komponen, yaitu magnet dan gulungan kawat tembaga yang disebut coil. Gulungan ini melilit ribuan kali pada tiap bobbin. Perbedaan antara besar bobbin, jumlah gulungan, dan ukuran kawat tembaga yang digunakan juga akan memberikan perbedaan pada hasil akhir cara kerja pick up. Jumlah lilitan kabel tembaga yang terlilit di sekitar kumparan juga akan mempengaruhi tampilan pick up dan tone keseluruhan gitar. Jika terlalu banyak memiliki lingkaran, akan mempunyai tingkat output yang tinggi. Sebaliknya, pick up dengan lingkaran yang kecil akan menciptakan suara yang lemah dan tipis.
Ada beberapa jenis magnet yang digunakan untuk pick up gitar. Tapi pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu ceramic dan alnico. Alnico merupakan magnet yang terdiri dari gabungan aluminium, nikel, dan cobalt. Magnet termasuk salah satu yang cukup memberi kontribusi pada tone. Magnet inilah yang akan menentukan seberapa besar medan magnet yang akan tercipta dari getaran dawai. Magnet Ceramic membuat pick up lebih powerfull dan mempunyai dinamika yang lebih lebar. Magnet jenis ini menghasilkan medan magnet yang lebih hebat dibandingkan dengan alnico.
Beberapa produsen juga menyertakan tone guide pada lembar spesifikasinya. Biasanya berupa besar kecilnya repro masing-masing rentan frekuensi. Misalnya pick up buatan DiMarzio, yaitu Super Distortion, tone guidenya yakni bass 8.0, mid 7,5 dan treble 5,5. Ini akan sangat membantu dalam menentukan pilihan pick up.
Mengganti pick up memang bukan perkara yang mudah jika tidak diikuti dengan pengetahuan tentang pick up itu sendiri. Jangan terburu-buru ingin mengganti pick up hanya karena ingin mengikuti karakter suara yang dihasilkan oleh gitaris idola. Sebaiknya memang harus diteliti terlebih dahulu, apakah spesifikasi pick up itu yang benar-benar membuat karakter suara itu terdengar berbeda. Jangan lupa, selain faktor pick up, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi karakter suara, seperti gitar, dawai, sound effect, amplifier, sampai ke permainan gitaris itu sendiri.
PICK…
Pick itu alat yang sering digunakan untuk memetik snar2 gitar.Bila kita tidak ingin menggunakan jari atau ku2 kita, maka kita dapat memakai pick ini sebagai gantinya...

Sumber dari (Klik Disini)

Jumat, 16 November 2012

Tips Membeli/Memilih Senar Gitar Akustik

Pada dasarnya kita hanya memilih senar akustik yang harganya murah atau mahal,yang penting bisa di mainin dan gitarnya bisa bunyi,tapi lama kelamaan ,kok senarnya mau putus nih,atau kok, bunyinya nggak enak lagi.Nah saya Pada dasarnya kita hanya memilih senar akustik yang harganya murah atau mahal,yang penting bisa di mainin dan gitarnya bisa bunyi,tapi lama kelamaan ,kok senarnya mau putus nih,atau kok, bunyinya nggak enak lagi.Nah saya hadir kembali dengan bebera tips,yaitu tips memilih senar gitar akustik dan cara memilih senar gitar akustik yang berkualitas.

Nah inilah beberapa kategori senar-senar khusus gitar akustik yang bagus.

1.   D'Addario
2.   Martin
3.   Elixir
4.   Ernie Ball

Itulah keempat merek senar gitar khusus akustik yang bagus dan ada beberapa tips untuk sobat-sobat musisi untuk memilih senar gitar akustik yang bagus.


  1. Ketegangan - Senar gitar Classic dibuat dalam ketegangan yang berbeda. Mereka adalah: tegangan rendah juga disebut sebagai ketegangan moderat atau ringan, normal atau sedang, keras atau tegangan tinggi.
  2. Bahan Senar - Bahan senar akan berpengaruh besar pada akustik warna suara (timbre) yang kita inginkan. Mari kita bagi warna suara menjadi 3 saja, mellow (warna suara lebih bass, biasanya freq harmonic banyak terkandung di mid freq hingga loq freq), bright (warna suara cempreng, freq harmonic dominan di freq tinggi), dan brilliance (warna suara seimbang, bright dan mellow). Beberapa bahan senar akustik steel yang kita jumpai adalah sebagai berikut: 

    - 80/20 Bronze : Senar ini banyak sekali digunakan oleh gitaris. Warna suara lebih bright. Cocok untuk lagu-lagu yang butuh strum, lagu yang berkesan ceria.

    - Phosphor Bronze : Senar ini favorit untuk mereka yang suka solo. Warna suara brilliance. Cocok untuk lagu-lagu fingerstyle solo yang lebih banyak metik senar dan tapping.
    - Silk Steel : warna suara lebih mellow. cocok untuk lagu-lagu jazz maupun lagu yang butuh kesan mellow.
    - Flat Tops : warna suara mellow, sedikit bright di senar 1 dan 2. Biasanya digunakan untuk lagu yang butuh suara lembut seperti jazz misalnya. Jadi senarnya seperti nilon tapi terbuat dari steel. Fingernoise gakkan terasa kalo pake senar ini.

    Ada juga istilah lain kayak bronze alloy, vintage bronze dll pada merk senar lain, namun warna suara yang dihasilkan karakternya tidak berbeda jauh dengan yang disebutkan lain.


    Coated

    Jika pada kemasan senar tertulis coated, artinya senar tersebut memiliki bahan pelapis yang melapisi permukaan bahan senar utama untuk melindungi senar dari karat. Apakah tidak akan pernah berkarat? Jika lapisannya habis ya akan berkarat juga, namun senar akan lebih lama bertahan dari karat yang berakibat suara original senar akan bertahan lama. Senar dengan coated cocok untuk kita yang ruangannya lembab juga jari yang mudah berkeringat.
  3. Ukuran Senar - Ada berbagai macam ukuran senar gitar yang tersedia di pasaran. Untuk gitar akustik kita sering membuat istilah “senar kecil”, “senar sedang”, dan “senar besar”. Senar dengan ukuran lebih besar biasanya menghasilkan bunyi yang lebih keras (volume suaranya lebih besar) dan lebih bagus sustain (lama bunyi) nya. Tapi di sisi lain senar ukuran besar akan lebih sakit untuk di-bending buat yang belum terbiasa dan buat yang jarinya agak lembut (biasanya cewek).
    Nah, Senar ukuran kecil juga mempunyai kelemahan. Walaupun memang kelebihannya mudah untuk dilakukan bending dan juga tidak membuat jari sakit bagi yang baru belajar gitar. Kelemahan utama senar kecil adalah, untuk yang belum terbiasa melakukan bending, kadang terjadi over tone atau kelebihan nada. Maksudnya, ada kemungkinan waktu “membengkokkan ” senar terlalu berlebih sehingga nada yang dihasilkan tidak sesuai dengan nada yang diinginkan.


    Jadi, saat memilih senar, pilihlah ketegangan, bahan, dan ukuran yang sesuai untuk kebutuhan lagu yang kita mainkan ataupun genre yang sering kita mainkan. Cara termudah untuk membedakan karakter senar yang kita butuhkan adalah dengan mencoba senar-senar tersebut sehingga kita tau senar apa yang kita butuhkan untuk lagu yang akan kita mainkan.



http://blogbelajargitar.blogspot.com/

9
out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Rabu, 14 November 2012

Belajar Gitar Untuk Pemula

biasanya bagi pemula pemain gitar ,mungkin hal yang pertama dipelajari adalah pengenalan terhadap chord2 yang dasar ...mungkin dalam pembelajaran lagu2 yang gampang dulu , dengan bermodalkan chord yang sederhana dulu maka sipemain gitar dpt  bermain dan bernyanyi dengan gitarnya hehe..... ( jadi ingettt waktu dulu saya pertama x belajar gitar...) Dan jangan lupa kunjungi fanspage ini dan tekan like : Tempat Belajar Gitar .
dah segitu aja dari saya ..

Selasa, 13 November 2012

Melody Bentuk F





Titik yang ada pada fret ke – 1 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari manis

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 1 = Do
·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Re
·         Senar ke – 5, fret ke – 0 = Mi
·         Senar ke – 5, fret ke – 1 = Fa
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 4, fret ke – 0 = La
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 4, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 3, fret ke – 0 = Re
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 3, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 2, fret ke – 1 = Sol
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = La
·         Senar ke – 1, fret ke – 0 = Si
·         Senar ke – 1, fret ke – 1 = Do


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar F
**Senar dibunyikan pada fret ke – 0 artinya jari tidak menekan pada fret manapun
Bentuk melody F dapat dimainkan pada fret berapapun asalkan dengan menambahkan satu titik lagi untuk menggantikan fret ke – 0. Patokan nada yang menggantikan fret ke – 0 harus ditekan dengan memakai jari telunjuk dan pada fret lainnya ditekan dengan jari tengah, manis, dan kelingking. Misalkan melody dengan bentuk kunci F dimainkan pada fret ke – 2 (menjadi kunci dasar G). Bentuk melodynya akan sama, namun yang berbeda hanya pada penambahan titik untuk menggantikan titik pada fret ke – 0. Contohnya :

Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 4 ditekan dengan jari manis
 Titik yang ada pada fret ke – 5 ditekan dengan jari kelingking

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 2 = Do
·         Senar ke – 6, fret ke – 5 = Re
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 5, fret ke – 5 = Sol
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 4, fret ke – 4 = Si
·         Senar ke – 4, fret ke – 5 = Do
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Re
·         Senar ke – 3, fret ke – 4 = Mi
·         Senar ke – 3, fret ke – 5 = Fa
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 2, fret ke – 5 = La
·         Senar ke – 1, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Do


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar G
Titik yang ada pada fret ke – 2 dapat diganti dengan alat bantu yaitu capo, dan cara menekan melody bentuk F menjadi sama dengan formasi awal, yaitu fret ke – 2 dianggap fret  ke – 0 jika memakai capo. Patokan fret untuk kunci – kunci dasar lain dengan kunci F dapat memakai sifat dari senar gitar yaitu, jika naik 1 fret maka nada dasar akan naik 1/2 nada dan juga sebaliknya. List patokan fret dengan kunci dasar dengan menggunakan melody bentuk kunci F :


·         Fret ke – 0 = Kunci dasar F
·         Fret ke – 2 = Kunci dasar G
·         Fret ke – 4 = Kunci dasar A
·         Fret ke – 6 = Kunci dasar B
·         Fret ke – 7 = Kunci dasar C
·         Fret ke – 9 = Kunci dasar D

Minggu, 11 November 2012

Melody Bentuk C




Titik yang ada pada fret ke – 1 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari manis

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 0 = Mi
·         Senar ke – 6, fret ke – 1 = Fa
·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 5, fret ke – 0 = La
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 4, fret ke – 0 = Re
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 4, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 3, fret ke – 0 = Sol
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 2, fret ke – 0 = Si
·         Senar ke – 2, fret ke – 1 = Do
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Re
·         Senar ke – 1, fret ke – 0 = Mi
·         Senar ke – 1, fret ke – 1 = Fa
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Sol


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar C
**Senar dibunyikan pada fret ke – 0 artinya jari tidak menekan pada fret manapun



Bentuk melody C dapat dimainkan pada fret berapapun asalkan dengan menambahkan satu titik lagi untuk menggantikan fret ke – 0. Patokan nada yang menggantikan fret ke – 0 harus ditekan dengan memakai jari telunjuk dan pada fret lainnya ditekan dengan jari tengah, manis, dan kelingking. Misalkan melody dengan bentuk kunci C dimainkan pada fret ke – 2 (menjadi kunci dasar D). Bentuk melodynya akan sama, namun yang berbeda hanya pada penambahan titik untuk menggantikan titik pada fret ke – 0. Contohnya :


Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 4 ditekan dengan jari manis
 Titik yang ada pada fret ke – 5 ditekan dengan jari kelingking

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 6, fret ke – 5 = Sol
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 5, fret ke – 4 = Si
·         Senar ke – 5, fret ke – 5 = Do
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Re
·         Senar ke – 4, fret ke – 4 = Mi
·         Senar ke – 4, fret ke – 5 = Fa
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Sol
·         Senar ke – 3, fret ke – 4 = La
·         Senar ke – 2, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 2, fret ke – 5 = Re
·         Senar ke – 1, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 1, fret ke – 5 = Sol


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar D
Titik yang ada pada fret ke – 2 dapat diganti dengan alat bantu yaitu capo, dan cara menekan melody bentuk C menjadi sama dengan formasi awal, yaitu fret ke – 2 dianggap fret  ke – 0 jika memakai capo. Patokan fret untuk kunci – kunci dasar lain dengan kunci C dapat memakai sifat dari senar gitar yaitu, jika naik 1 fret maka nada dasar akan naik 1/2 nada dan juga sebaliknya. List patokan fret dengan kunci dasar dengan menggunakan melody bentuk kunci C :


·         Fret ke – 0 = Kunci dasar C
·         Fret ke – 2 = Kunci dasar D
·         Fret ke – 4 = Kunci dasar E
·         Fret ke – 5 = Kunci dasar F
·         Fret ke – 7 = Kunci dasar G
·         Fret ke – 9 = Kunci dasar A


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...